Refly Harun: Pemberi Kritik Jangan Dianggap Anti Pancasila

 

Sumber.com – Pengamat Politik Refly Harun memberikan pandangannya soal pancasila. Menurutnya, pemerintahlah yang mestinya menjalankan lima prinsip dasar negara itu, sementara rakyat harusnya jadi yang patuh terhadap undang undang.

“Penguasa harus menjalankan fungsinya berdasarkan nilai-nilai Pancasila, sementara masyarakat patuh terhadap hukum dan perundang undangan,” katanya dalam kegiatan webinar pengurus pusat KB PII dengan tema “Dasar Negara Dalam Perpektif Indonesia Masa Depan” Sabtu 6 Juni 2020, melalui jaringan Zoom.

Dia mengatakan bahwa penguasa tidak boleh memanfaatkan pancasila sebagai senjata untuk memukul rakyat yang memberikan kritik. Sebab, kata dia, pemberi kritik tidak bisa diartikan sebagai anti pancasila.

“Jangan kemudian yang memberi kritik terhadap negara dianggap anti pancasila,” sambung dia.

Dia menambahkan bahwa saat ini banyak terjadi praktek intoleransi dan kekerasan. Penyebabnya adalah pemerintah tidak mampu menjalankan sila kelima pancasila yang berbunyi ”Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” dengan benar.

“Mengapa ada praktik intoleransi, kekerasan itu karena sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tidak dijalankan dengan benar,”  kata Refly lagi.

Refy Harun mengatakan Pancasila tidak boleh diklaim sebagai personifikasi tertentu, Pancasila merupakan hasil sinkretisme dari berbagai pandangan dan pemikiran.

Sementara dalam diskusi tersebut dihadiri beberapa nara sumber seperti Prof Dr Din Syamsuddin (Mantan Ketua PP Muhamadiyah), Ali Taher Parangsong (Anggota Baleg DPRRI dari Fraksi PAN), Hamdan Zoelva (Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi), Refly Harun (Pakar Hukum Tata Negara), Prof Suteki (Guru Besar Filsafat Pancasila dan Sosiologi Hukum) dan Tuty Mariani (KBPII).

sumber: sumber.com