EASY LIFE

EASY LIFE

 

Dia mengajarkanku cara untuk mencintai, tapi tidak cara untuk berhenti ~ He taught me how to love, but not how to stop (SAD LOVE).

Air mata adalah kata – kata yang tidak dapat diungkapkan oleh hati ~ Tears are words the heart can’t express (SAD LOVE).

Lupakan siapa yang menyakitimu kemarin, tapi jangan lupakan siapa yang mencintaimu dengan sungguh hari ini ~ Forget who hurt you yesterday, but don’t forget who loves you  tenderly today.

Tidak satu laki – lakipun sebanding dengan air matamu dan dia yang tidak akan membuatmu menangis adalah orang yang tepat untukmu ~ No guy is worth your tears and when you find the one that is he won’t make you cray.

Prasangka buruk itu seperti pengganjal yang menyengsarakan masa lalu, mengancam masa depan dan menggelapkan masa kini (MAYA ANGELOU).

Kepercayaan diri adalah esensi dari sikap kepahlawanan (RALPH WALDO EMERSON).

Sebuah hubungan layaknya gelas. Kadang kala lebih baik merelakannya tetap pecah daripada menyakiti diri sendiri dengan berusaha membuatnya utuh kembali ~ Relationships are like glass. Sometimes it’s better to leave them broken than try to hurt yourself putting it back together.

Hamya butuh beberapa detik untuk berkata halo, tapi butuh waktu tak terbatas untuk mengatakan selamat tinggal ~ It takes a couple seconds to say hello, but forever to say goodbye.

Cinta yang sangat membara punya akhir yang dingin ~ The hottest love has the coldest end.

Cinta hanyalah penemuan diri kita pada orang lain, dan kenikmatan dalam pengakuan (ALEXANDER SMITH).

Seorang pria yang mencoba melupakan seorang perempuan, berarti ia tak pernah mencintai perempuan tersebut ~ He who tries to forget a woman, never loved her.

Jika seseorang yang kau cinta membuatmu berlinang air mata, maka bangunlah sebuah jembatan dan lupakan dirinya ~ If someone you love hurts you cry a river, build a bridge and get over it.

Teman terbaik itu seperti bintang. Kamu tidak selalu dapat melihatnya, namun Anda menyadari dia selalu ada disana ~ A good friend is like star. You can not always see it, but you realize it will always be there.

Teman yang sempurna adalah orang yang datang ketika duniamu berantakan ~ A perfect friend is someone who come in when your whole world has gone out.

Anak – anak membutuhkan cinta, khususnya ketika mereka tidak layak mendapatkannya ~ Children need love, especially when they don’t deserve it.

Hanya sahabat sejati dapat melindungimu dari musuh abadimu ~ Only a true friend can protect you from your immoral enemies (RICHELLE MEAD).

Perpisahan bukanlah akhir dari kehidupan. Tetapi langkah awal seberapa kuat kita meneruskan kehidupan tanpanya ~ Farewell is not the end of life. But the first step how strongly we survive without him/her.

Perpisahan pastilah selalu menyakitkan, itu fitrah manusia. Tetapi, yakinlah bahwa selalu ada hikmah besar dibalik itu semua yang telah Tuhan rencanakan ~ Farewell must be always painful, it’s natural. But, be sure that there is there is is always great lesson behind it all which God has planned.

Patuhi hati nurani  Anda dan Anda akan menemukan potensi terbaik didalam diri ~ Obey your deep heart feeling and you can find your inner potential.

Lebih baik bertempur dan kalah daripada tidak pernah bertempur sama sekali (ARTHUR HUGH CLOUGH).

Satu – satunya cara untuk menghasilkan pekerjaan paling hebat di dalam hidup Anda adalah menyukai apa yang Anda lakukan terlebih dahulu ~ The only way to  have the greatest work in your life  is love what you do first.

Kunci dari sebuah kebahagiaan adalah ketika Anda bersyukur terhadap anugerah yang Tuhan berikan ~ The key for a happiness is when you thankful for the grace that God has give.

Hidup adalah lelucon yang baru saja dimulai (W.S. GILBERT).

Jangan pernah kehilangan harapan, karena itu adalah kunci untuk meraih semua mimpi Anda ~ Never lose hope, because it is the key to achieve all your dreams.

Hidup itu mengerikan, tempat yang buruk untuk tidak mempunyai seorang teman baik ~ Life is an awful, ugly place to not have a best friend (SARAH DESSEN).

Perjuangan yang kamu lakukan hari ini merupakan cara untuk membangun kualitas yang lebih baik di hari esok  ~ Struggle that you do today is the single way to build a better future.

Terus maju dan jangan pernah berhenti! Sang juara tidak pernah berhenti! ~ Keep going and never quit! The champion is never quit!

Semua kebijaksanaan manusia bisa disimpulkan dengan dua kata: tunggu dan berharap ~ All human wisdom is summed up in two words: wait and hope (ALEXANDER DUMAS).

Ketika Anda mengucapkan “SALAM SEHAT” dan “MOTIVASI SEMANGAT”  kepada orang lain, sebenarnya Anda sudah menyuntikkan adrenalin mujarab ke dalam tubuh Anda (APPE HAMONANGAN HUTAURUK).

 

Created  and Posted By:
Appe Hamonangan Hutauruk, SH., MH.
Lecturer, Advocate and Legal Consultant
Handphone: 0818964919, 085959597919, 081213502002

MOTIVASI HIDUP BARU

MOTIVASI HIDUP BARU

 

Dalam hidup ini kita tidak dapat melakukan hal yang besar, kita hanya dapat melakukan banyak hal kecil dengan cinta yang besar ⇒ BUNDA TERESA.

Cintailah kehidupan, dan kehidupan akan mencintai Anda. Cintailah orang lain, dan mereka akan mencintai Anda ⇒ ARTHUR RUBINSTEIN.

Perselingkuhan yang terindah adalah perselingkuhan yang tidak pernah terjadi ⇒ NORMAN LINDSAY.

Hanya dengan mencintailah, kita dapat belajar mencintai ⇒ IRIS MURDOCH.

Kebahagiaan terbesar dalam hidup adalah rasa pasti bahwa kita dicintai ⇒ VICTOR HUGO.

Jangan pernah berpisah tanpa ungkapan kasih sayang untuk dikenang. Mungkin saja perpisahan itu untuk selamanya ⇒ JEAN PAUL RICHTER.

Sebuah  mimpi atau keinginan bukan untuk digenggam, tetapi ada untuk dijaga agar ia tumbuh dan berkembang, melalui jalur alamiahnya sendiri ⇒ RAGIL ROMLY.

Hal yang benar – benar kau yakini pasti akan selalu terjadi, dan keyakinan akan suatu hal menyebabkan terjadi ⇒ FRANK LLYOD WRIGHT.

Kamu tidak mungkin kesepian apabila kamu menyukai dirimu sendiri  ⇒ WAYNE DYER.

Cinta sejati adalah saat kau dapat merelakan cinta itu bahagia, bukan untuk mendapatkannya. Satu – satunya cara agar kita memperoleh kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan ⇒ DALE CARNAGIE.

Cinta adalah suatu penyakit, yang orang dihinggapinya tidak pernah ingin disembuhkan ⇒ MAULANA RUMI.

Dengan sentuhan cinta, setiap orang menjadi penyair ⇒ PLATO.

Semua penyakit berakar pada ketiadaan atau keringnya cinta ⇒ Dr. BERNIE SIEGEL.

Masalah moral pada jaman kita adalah cinta terhadap uang  ⇒ JOHN MAYNARD KEYNES.

Dimana ada cinta, dsitu ada kehidupan ⇒ MAHATMA GANDHI.

Pernikahan yang baik adalah pernikahan antara isteri yang buta dan suami yang tuli ⇒ MICHEL DE MONTAIGNE.

Semua pengetahuan yang saya miliki, orang lainpun dapat memilikinya, tapi hati saya, hanyalah milik saya ⇒  JOHANN WOLFGANG VON GOETH.

Lawan kata dari “cinta” bukanlah “benci”, tapi “pengabaian”. Dan kalau kamu membenci saya, berarti kamu masih peduli pada sayadan kita masih saling berhubungan, dan saya masih punya kesempatan untuk membantu memperbaiki hidupmu ⇒  BREE VAN DE KAMP.

Kelemahan manusia yang paling besar adalah keraguannya untuk mengatakan pada orang sekitar seberapa besar dia mencintai mereka, ketika mereka masih hidup ⇒  Q.A. BATTISTA.

Jika tidak ada kedamaian diantara kita, itu dikarenakan kita telah melupakan bahwa kita memiliki satu sama lain ⇒  BUNDA TERESA.

 

Created  and Posted By:
Appe Hamonangan Hutauruk, SH., MH.
Lecturer, Advocate and Legal Consultant
Handphone: 0818964919, 085959597919, 081213502002

 

SUMBER KEBERANIAN  (The Source of Courage)

SUMBER KEBERANIAN  (The Source of Courage)

 

 

Kehidupan  dipenuhi dengan pergumulan yang menyingkapkan ketidakmampuan kita sebagai manusia (Life is filled with struggles that reveal our human inadequacy);

 

Tak seorangpun menyukai rasa takut dan frustasi saat menghadapi tantangan – tantangan yang terlalu besar untuk diatasi, namun Tuhan dapat memakainya untuk kebaikan kita (No one likes the fear and frustration of dealing with challenges that are too big to handle, but God can use them for our good);

 

Melalui kuasa Roh Kudus, orang percaya memiliki kemampuan untuk melewati kesukaran dan mencapai apapun yang Tuhan tetapkan untuk mereka lakukan (Through the power of the Holy Spirit, believers have the ability to endure difficulty and accomplish whatever the Lord calls them to do);

 

Siapapun yang berusaha untuk mengubah dirinya sendiri akan kelelahan saat mengepakkan sayapnya menentang sistem dunia kedagingannya sendiri (Anyone trying to change himself will burn out beating his wings against the world system and his own flesh);

 

Allah memberikan Anak-Nya bagi kita sebab kita sangat butuh diselamatkan (God gave His Son to us because of our desperate need for rescue);

 

Allah mengutus Yesus untuk mati menggantikan kita supaya kita dapat menjadi bagian dari keluarganya (God sent Jesus to die in our place so that we might become part of His family);

 

Sang Anak dengan sengaja mengorbankan hidup-Nya untuk menggenapi rancangan sang Bapa (The Son deliberately sacrificed His life to accomplish the Father’s plan);

 

Yesus adalah Allah dalam bentuk manusia, berjalan diantara umat manusia (Jesus was God in human flesh, walking among mankind);

 

Yesus Kristus dapat melakukan bagi kita apa yang tidak dapat dilakukan materi atau orang manapun (Jesus Christ can do for us what no material thing or other person can);

 

Allah membungkus kado special-Nya bagi kita ini dalam bentuk tubuh manusia sehingga kita dapat mengenal Dia dan menjadi satu dengan-Nya (God wrapped His special present to us in human flesh so we might know Him and identify with Him);

 

Melalui Yesus, Bapa menawarkan keselamatan kepada seluruh dunia, orang per orang (Through Jesus, the Father offers salvation to the entire world, one person at a time);

 

Kasih yang tidak bersyarat adalah hal yang memotivasi Bapa untuk mengorbankan anak-Nya menggantikan kita (Unconditional love is what motivated the Father to sacrifice His Son in our place);

Oleh karena Yesus menyatakan bahwa Dia-lah kebenaran, maka mempertahankan hubungan yang erat dengan Dia melalui doa dan ketaatan akan menguatkan hati nurani kita (Since Jesus declared that He is the truth, then maintaining a close relationship with Him through prayer and obedience strengthens our conscience);

 

Kita dapat bergantung pada Roh Kudus untuk menolong kita membangun nurani yang lebih baik (We can rely on the Holy Spirit to help us develop a better conscience);

 

Bila anda ingin memiliki hidup yang bermakna, maka sewaktu – waktu anda akan menjalani jalan kesukaran (If you want a meaningful life, you will at times travel the road of adversity);

 

Hidup di dalam kasih Tuhan tidak menjamin hidup yang mudah dan bebas dari rasa sakit. Bahkan, kebalikannya justeru yang terjadi (Living in the center of the Lord’s love dosen’t guarantee an easy, pain – free life. In fact, the opposite is true);

 

Allah mengasihi orang percaya sehingga Ia membentuk setiap orang percaya untuk menjadi seperti Anak-Nya melalui berbagai cara (God loves believers so much that He conforms each one to His Son’s likeness through any means necessary);

 

Ada beberapa manfaat yang mengejutkan dalam penderitaan, dimana tidak mudah bagi kita untuk menerimanya (There some surprising benefits in suffering, which aren’t easy to discern);

 

Secara manusia, pencobaan itu menyakitkan; namun dari sudut pandang Tuhan, pencobaan itu sifatnya menolong kita (Humanly speaking, trials hurt; but from the Lord’s point of view, they help);

 

Satu – satunya cara untuk bersukacita selama mengalami pencobaan adalah dengan memahami apa yang Tuhan ingin capai melaluinya (The only way to rejoice during trials is to understand what God wants them to accomplish);

 

Bila anda ingin mendapat manfaat dari pergumulan anda, bertahan didalamnya, dan melewatinya dengan sukacita dan kemenangan (If you want to profit from struggles, be sustained in them, and come through with joy and victory);

 

Tuhan memegang kendali penuh atas waktu dan intensitas pencobaan yang anda alami, dan Ia tidak akan membiarkannya terjadi melampaui batasan yang Ia telah tetapkan (God’s in full control of the timing and intensity of your trial, and He won’t let it go beyond the boundaries He has set);

 

Pencobaan akan menguntungkan bila Anda tunduk kepada Tuhan dan mempercayai Dia saat melewatinya (Trial will be profitable if you submit to God and trust Him through it);

 

Situasi yang sulit adalah suatu kesempatan bagi iman kita untuk membuktikan keasliannya dan menjadi semakin kuat (A trying situation is a chance for faith to prove genuine and grow stronger);

 

Saat anda mengalami tekanan ekstrim dengan kedamaian dan sukacita yang tidak dapat dijelaskan, Tuhan akan mendemonstrasikan kuasa-Nya kepada dunia yang menyaksikan (When you endure extreme pressure with unexplainable peace and joy, the Lord will demonstrate His sustaining power to a watching world);

 

Bapa akan memakai kesukaran – kesukaran anda untuk menghasilkan karakter yang menyerupai Kristus (The Father will use your difficulties to produce Christ – like character);

 

Tuhan akan berjalan bersama anda melewati pencobaan (God will walk with you through trials);

 

Tuhan memiliki otoritas penuh atas semua orang dan kejadian (God has total authority over all people and events);

 

Tuhan mengetahui hati manusia, bagaimana setiap orang akan bertindak, dan langkah – langkah apa yang diperlukan untuk mencapai maksud-Nya (God knows the hearts of men, how each person will act, and what steps are needed to achieve His purposes);

 

Doa mengubah kita. Selagi kita mencari wajah Tuhan dan menghabiskan waktu didalam Firman-Nya, kita akan diubahkan (Prayer changes us. As we seek God’s face and spend time in His Word, we will be transformed);

 

Doa mengundang Allah untuk bertindak. Doa tidak mengubah maksud dan rancangan Tuhan, ataupun membuat Dia mengubah pikiran-Nya (Prayer invites God to act. Praying doesn’t alter God’s purpose or plans, nor does it cause Him to change His mind);

 

Doa kita berkuasa saat, tanpa syarat, kita mengundang Tuhan untuk melakukan karya-Nya didalam kehidupan kita dan kehidupan orang lain (Our prayers are powerful when, without reservation, we invite God to do His work in our lives and the lives of others);

 

Saat kita mencari Tuhan dengan rendah hati dalam doa yang kita panjatkan, kita mengundang-Nya untuk mengambil alih situasi kita dan menyelesaikan rancangan-Nya (When we humbly seek the Lord through prayer, we invite Him to take the lead in our situation and accomplish His plan);

 

Kita minta kesembuhan, kesuksesan dan kemapanan keuangan kepada Tuhan (We ask the Lord for healing, success and financial security);

 

Kita hidup dalam budaya yang berpusat pada kesenangan yang berfokus pada saat sekarang (We live in a pleasure – oriented culture that focuses on the present);

 

Emosi yang mendorong kita untuk bertindak cepat atau mengutamakan diri kita dapat menyesatkan kita (Emotions that prompt us to act quickly or put ourselves first can lead us astray);

 

Pastikan bahwa anda mengijinkan Tuhan memegang kendali atas pikiran, kehendak, emosi dan nafsu anda (Make sure that you put God in charge of your mind, will, emotions, and appetite);

 

Penjara tidak selalu berbentuk bangunan fisik. Orang dapat menciptakan penjara bagi dirinya sendiri yang terbuat dari berbagai dosa (Prisons aren’t always physical buildings. People can create jails for themselves out of many kinds of sin);

 

Kita dimerdekakan untuk mengejar maksud Tuhan dan sukacita yang muncul saat melayani Dia (We are liberated to pursue God’s purpose and the joy that comes from serving Him);

 

Kemerdekaan rohani adalah suatu pilihan. Dosa kita dihapuskan saat kita menerima keselamatan, namun godaan tidak dihapuskan (Spiritual liberty is a choice. Our sins are wiped away at salvation, but temptation is not erased);

 

Salib bukanlah suatu beban, melainkan suatu simbol bahwa kita telah bebas dan merupakan pengikut Kristus yang telah diampuni (The cross is not a burden, but rather a symbol that we are free and forgiven followers of Christ);

 

Salib adalah satu – satunya pengharapan kita untuk kemerdekaan rohani (The cross is our only hope for spiritual liberty);

 

Oleh karena kita adalah saluran terbuka yang siap untuk Tuhan pakai, tidak ada yang menghalangi aliran Roh-Nya melalui kehidupan dan pekerjaan kita. Kita akan menerima lebih banyak daripada yang kita serahkan (Because we are open channel ready for God’s use, nothing obstructs the flow of His Spirit through our life and work. We will receive move than we ever give up);

 

Beban dosa anda selalu mengiringi anda kemanapun, menyeret hati anda ke dalam lubang keputusasaan (The weight of your sin goes everywhere with you, dragging your heart into a pit of despair);

 

Kita dapat menghakimi diri kita sedemikian rupa oleh karena tindakan dan motivasi kita tidak memenuhi standar kekudusan (We may judge ourselves harshly because our actions and motives fall short of a holy standard);

Tak seorangpun dapat berbuat cukup baik untuk memperoleh keselamatannya sendiri (No one can do enough good to merit his own salvation);

 

Hanya Yesus yang menghapus dosa dan hukuman “bersalah” atas orang percaya (Jesus alone removes that believer’s sin and “guilt” verdict);

 

Semua orang percaya seharusnya menyesuaikan dirinya dengan kebenaran bahwa tidak ada lagi penghukuman didalam Kristus (All believers should personalized the truth that there is no condemnation in Christ);

 

Iman yang didasarkan pada performa adalah ide dunia (Performance – based faith is a worldly idea);

 

Memang benar anda tidak dapat menyenangkan hati setiap orang, namun anda dapat menyenangkan hati Tuhan dengan menyadari bahwa Ia menerima anda tanpa syarat (It is true you can’t please everybody, but you can please the Lord by recognizing that He accepts you unconditionally);

 

Kita telah memiliki status yang kita butuhkan: Kita adalah anak – anak Allah dan duta Yesus Kristus, hidup di dalam kerajaan terang (We have all the status we need: We are children of God and ambassadors of Jesus Christ, living in the kingdom of light);

 

Allah tidak pernah berubah, tetapi pemahaman kita akan Dia berubah dan makin bertumbuh (God does not change, but our understanding of God changes and grows);

 

Belajar memperaktekkan iman dalam kehidupan sehari – hari akan membuat pemahaman kita akan Allah bertumbuh, dan memberikan kita sebuah perspektif baru dalam hidup (Our daily faith practices help our understanding of God to grow and giveus new perspectives on life);

 

Ya Allah, terimaksih atas anugerah yang Kau berikan bagaimanapun perbuatan kami. Tolonglah kami menerima anugerah-Mu dengan hati bersyukur (Dear God, thank you for the grace you give to us regardless of our merit. Help us to accept your grace with a thankful heart);

 

Anugerah Allah tidak terbatas pada kondisi apapun (God’s grace has no limits or conditions);

 

Terimakasih Tuhan, sebab mengingatkan kami bahwa kami dapat mempercayai-Mu untuk memimpin hidup kami (Thank you Lord, for reminding us that we can trust you for guidance);

 

Allah menunjukkan kita jalan; yang kita perlu lakukan hanya mengikuti jalan-Nya (God shows us the way; all we need to do is follow);

 

Saat kita memilih Firman Allah sebagai fokus, kita diprogram untuk menuju kehidupan rohani yang lebih sempurna (When we choose to make God’s word our focus, we can be programmed for leading fulfilling spiritual lives);

 

Allah Pengasih, terimakasih atas Kitab Suci. Berikanlah kami pengertian dan tolonglah kami untuk hidup sesuai dengan Firman-Mu (Dear God, thank you for scripture. Give us understanding and help us to put Your Word into practice);

 

Merenungkan Firman Allah memprogram hidup kita untuk lebih setia lagi (Meditating on God’s Word programs our lives for faithfulness);

 

Allah terkasih, terimakasih atas kasih, kesetiaan, dan kerelaan-Mu untuk terlibat dalam tiap kehidupan kami (Dear God, thank you for your love, faithfulness, and willingness to be involved in each our lives);

 

Hari ini aku akan berdoa untuk kebutuhan khusus (Today I will pray for a specific need);

 

Melalui pengalamanku selama bertahun – tahun, aku menyimpulkan bahwa Allah tidak peduli dengan karunia yang hanya dipakai untuk memegahkan diri sendiri namun yang dapat kita gunakan demi membantu sesame (From my experience over the years, I have concluded that God is not as concerned with gifts that bring us personal recognition as with those we can use to help meet the needs of others);

 

Bapa terkasih, tolonglah kami agar berhenti berharap akan karunia roh yang tidak kami miliki dan biarlah kami bersatu hati merangkul semua karunia yang telah Kau berikan dan menggunakannya demi melayani sesama (Dear Father, help us to stop wishing for spiritual gifts we don’t have and instead to eagerly embrace the ones you have given us and use them to minister to others);

 

Hanya Allah yang tahu apa yang ada di dalam hati kita dan apa yang terjadi di dalam kehidupan kita. Mengingat hal ini, kita dapat memperlakukan sesama kita dengan belas kasihan yang besar (Only God knows what is in our hearts and what is happening in our lives. Remembering this, we can treat our neighbors with greater compassion);

 

Aku akan berbelas kasih kepada orang lain dan membiarkan Allah yang menghakimi (I will treat others with compassion and leave judgement to God);

 

Allah Pengasih, tolonglah kami untuk memandang tetangga kami dengan belas kasihan bukan penghakiman (Dear God, help us to look at our neighbors with compassion, not judgement);

 

Created  and Posted By:
Appe Hamonangan Hutauruk, SH., MH.
Lecturer, Advocate and Legal Consultant
Handphone: 0818964919, 085959597919, 081213502002

A HEART OF LOVE

A HEART OF LOVE

 

“Let us not love with words or tongue but with actions and in truth” (1 John 3:18)

 Five LOVE languages:

Present

Words

Act of service

Physical touch

Quality time

 

STOP !!! to be the people as like NATO (Not Action, Talking Only).

 

KEDUDUKAN ANAK DALAM HUKUM ADAT

KEDUDUKAN ANAK DALAM HUKUM ADAT

 

Apabila dibahas wacana fenomena yuridis – sosiologis dari kedudukan anak dalam Hukum Adat (adatrecht),  maka dapat dipahami bahwa  secara prinsip konsepsi yang dianut dalam  MASYARAKAT HUKUM ADAT  berbeda dari konsepsi yang dianut oleh masyarakat  modern, dimana keluarga/rumah tangga dari suatu ikatan perkawinan tidak saja terdapat anak kandung, tetapi juga terdapat anak tiri, anak angkat, anak asuh, anak akuan dan sebagainya.  Kesemua anak – anak itu ada sangkut pautnya dengan hak dan kewajiban orang tua yang mengurus atau memeliharanya, begitupula sebaliknya. Kedudukan anak – anak tersebut pengaturannya juga berlatar belakang pada susunan masyarakat adat bersangkutan dan bentuk perkawinan orang tua yang berlaku. Bukan tidak menjadi masalah tentang sah tidaknya anak, hal mana dipengaruhi oleh agama yang dianut masyarakat bersangkutan, tetapi yang juga penting adalah menyangkut masalah keturunan dan pewarisan.

Dalam masyarakat dengan susunan kekerabatan yang menganut SISTEM  PATRILINEAL   yang cenderung  melakukan perkawinan bentuk jujur, dimana isteri pada umumnya masuk dalam kelompok kekerabatan suami, maka kedudukan anak dikaitkan dengan tujuan penerusan keturunan menurut garis lelaki. Sehingga ada kemungkinan keluarga yang tidak mempunyai anak lelaki atau tidak mempunyai anak sama sekali mengangkat anak wanita berkedudukan seperti anak lelaki atau mengangkat anak lelaki orang lain menjadi penerus keturunan yang kedudukannya sejajar dengan anak sendiri.

Dengan demikian dapat dipahami bahwa  dalam keluarga/rumah tangga yang bersifat patrilineal, terdapat bermacam – macam anak, seperti anak sah yang tidak sama kedudukannya dengan anak tidak sah, anak kandung yang berbeda kedudukan karena kedudukan ibunya berbeda, anak tiri yang dapat diangkat menjadi anak penerus keturunan bapak tiri seperti di Rejang Bengkulu, anak angkat penerus keturunan bapak angkat (Lampung; tegak tegi) yang matrilokal seperti “nyentane” di Bali; begitu pula halnya dengan anak levirat(Lampung: semalang), anak sororat (Lampung: nuket; turun ranjang), anak asuh (anak Pelihara), anak akuan dan lain – lain, yang berbeda – beda dalam kedudukannya terhadap ayah kandung, ayah angkat, ayah tiri, mertua dan sebagainya, dan dalam hubungan kekerabatan.

Dalam  SISTEM MASYARAKAT MATRILINEAL  yang cenderung melakukan perkawinan dalam bentuk semenda, dimana suami masuk dalam kerabat isteri  (matrilokal)  atau dibawah kekuasaan kerabat isteri, maka kedudukan anak dikaitkan dengan penerusan keturunan menurut garis wanita. Sehingga ada kemungkinan keluarga yang tidak mempunyai anak wanita atau tidak mempunyai anak sama sekali mengangkat anak lelaki berkedudukan seperti anak wanita atau mengangkat anak wanita orang lain untuk menjadi penerus keturunan yang berkedudukan sejajar dengan anak sendiri.

Pada  SISTEM  KEKELUARGAAN MASYARAKAT KEIBUAN  seperti di Minangkabau kedudukan anak lebih menghormati ibu dan mamaknya daripada terhadap ayahnya sendiri. Tanggung jawab pihak ibu lebih besar daripada tanggung jawab pihak ayah terhadap anak kemenakannya. Pada  lingkungan masyarakat adat Semendo Sumatera Selatan kedudukan anak yang menjadi “tunggu lubang” lebih berperanan dan bertanggung jawab daripada anak – anak wanita lainnya. Dalam masyarakat Minangkabau anak – anak kemenakan dibedakan antara yang bertali darah, bertali adat, bertali emas dan dibawah lutui di dalam rumah tangga/kerabat.

Selanjutnya, didalam lingkungan  masyarakat yang kekeluargaannya bersifat atau menganut  SISTEM  PARENTAL   (keorangtuaan) yang terbanyak di Indonesia, kedudukan anak di daerah yang satu berbeda dari daerah lainnya. Di Aceh yang kuat keagamaan Islamnya, anak di luar perkawinan tidak berhak mewaris, sebaliknya di Jawa anak kowar dapat mewaris atau diberi bagian warisan atas dasar parimirma. Pada  lingkungan masyarakat melayu tidak banyak pengaruh tentang adanya anak angkat, tetapi di Jawa anak wong ora nggenah, anak pungut, anak pupon, dapat berperan melebihi posisi dan eksistensi dari anak sendiri.  Selain hal yang demikian,  di  lingkungan pedesaan orang Jawa sudah terbiasa anak – cucu diurus oleh embah – kakeknya, dalam pemahaman ini tidak dipersoalkan apakah  anak  tersebut  anak sah atau  anak tidak sah, sedangkan mengenai fenomena tradisi daerah Jawa yang demikian  di daerah lain bukan suatu  tradisi atau  kebiasaan yang lazim dipraktekkan dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Created  and Posted By:
Appe Hamonangan Hutauruk, SH., MH.
Lecturer, Advocate and Legal Consultant
Handphone: 0818964919, 085959597919, 081213502002

TELL THE TRUTH FOR THE PEOPLE

TELL THE TRUTH FOR THE PEOPLE

 

TELL THE TRUTH

The son said that:

I did a naughty thing yesterday. I lied to mom about not eating candy. When I ate three candies, but God forgave me when I repented and asked for His forgiveness  (Aku berbuat nakal kemarin. Aku berbohong kepada mama tentang tidak makan permen. Padahal aku makan tiga buah permen, tetapi Tuhan mengampuniku ketika aku menyesal dan meminta pengampunanNya).

 

BE KIND:

The son said that:

I did a bad thing yesterday. When I pushed my little brother and I scratched my big sister, but God forgave me when I repented and asked for His forgiveness. (Aku membuat hal yang buruk kemari. Saat aku mendorong adikku dan mencakar kakakku, tetapi Tuhan mengampuniku ketika aku menyesal dan meminta pengampunanNya).

 

BE CONTENT:

The son said that:

I did an awful thing yesterday. When I stole my friend’s beautiful eraser and I took my teacher’s money, but God forgave me when I repented and ask for His forgiveness (Aku berbuat hal yang buruk kemarin. Saat aku mencuri penghapus yang bagus milik temanku dan mengambil uang milik guruku, tetapi Tuhan mengampuniku ketika aku menyesal dan meminta pengampunanNya).

 

BE POLITE:

The son said that:

I did a disgraceful thing yesterday. When I screamed at my friend and I called them names, but God forgave me when I repented and asked for His forgiveness  (Aku berbuat hal yang memalukan kemarin. Saat aku berteriak pada temanku dan meledek – ledek mereka, tetapi Tuhan mengampuniku ketika aku menyesal dan meminta pengampunanNya).

 

FORGIVE OTHERS:

The son said that:

I did a shameful thing yesterday. When I did not forgive Joe even though he asked me forgiveness, but God forgave me when I repented and asked for His forgiveness (Aku berbuat hal yang memalukan kemarin. Saat aku tidak memaafkan Joe walaupun ia telah meminta maaf kepadaku, tetapi Tuhan mengampuniku ketika aku menyesal dan meminta pengampunanNya).

 

RESPECT OUR ELDER:

The son said that:

I did a hurtful thing yesterday. When I did not obey mom and dad, but God forgave me when I repented and asked for His forgiveness (Aku berbuat hal yang menyakitkan kemarin. Saat aku tidak taat pada mama dan papa, tetapi Tuhan mengampuniku ketika aku menyesal dan meminta pengampunanNya).

 

BE FRIEND:

The son said that:

I did an appalling thing yesterday. When I bit my big brother and I fought with my neighbor, but God forgave me when I repented and asked for His forgiveness (Aku berbuat hal yang menakutkan kemarin saat aku menggigit kakakku dan berkelahi dengan tetanggaku, tetapi Tuhan mengampuniku ketika aku menyesal dan meminta pengampunanNya).

 

SO ….. THIS IS THE FACT:

I am glad that God is a forgiving God;

He forgives me no matter what;

He is my father in heaven, and

He lives in my heart.

 

“Aku senang karena Tuhan Maha Pengampun;

Ia mengampuniku dalam segala hal;

Ia adalah Bapaku di Surga, dan

Ia tinggal di dalam hatiku”.

 

Adapted  and Posted By:

Appe Hamonangan Hutauruk, SH., MH.

Lecturer, Advocate and Legal Consultant

Handphone: 0818964919, 085959597919, 081213502002