SUMBER KEBERANIAN  (The Source of Courage)

SUMBER KEBERANIAN  (The Source of Courage)

 

 

Kehidupan  dipenuhi dengan pergumulan yang menyingkapkan ketidakmampuan kita sebagai manusia (Life is filled with struggles that reveal our human inadequacy);

 

Tak seorangpun menyukai rasa takut dan frustasi saat menghadapi tantangan – tantangan yang terlalu besar untuk diatasi, namun Tuhan dapat memakainya untuk kebaikan kita (No one likes the fear and frustration of dealing with challenges that are too big to handle, but God can use them for our good);

 

Melalui kuasa Roh Kudus, orang percaya memiliki kemampuan untuk melewati kesukaran dan mencapai apapun yang Tuhan tetapkan untuk mereka lakukan (Through the power of the Holy Spirit, believers have the ability to endure difficulty and accomplish whatever the Lord calls them to do);

 

Siapapun yang berusaha untuk mengubah dirinya sendiri akan kelelahan saat mengepakkan sayapnya menentang sistem dunia kedagingannya sendiri (Anyone trying to change himself will burn out beating his wings against the world system and his own flesh);

 

Allah memberikan Anak-Nya bagi kita sebab kita sangat butuh diselamatkan (God gave His Son to us because of our desperate need for rescue);

 

Allah mengutus Yesus untuk mati menggantikan kita supaya kita dapat menjadi bagian dari keluarganya (God sent Jesus to die in our place so that we might become part of His family);

 

Sang Anak dengan sengaja mengorbankan hidup-Nya untuk menggenapi rancangan sang Bapa (The Son deliberately sacrificed His life to accomplish the Father’s plan);

 

Yesus adalah Allah dalam bentuk manusia, berjalan diantara umat manusia (Jesus was God in human flesh, walking among mankind);

 

Yesus Kristus dapat melakukan bagi kita apa yang tidak dapat dilakukan materi atau orang manapun (Jesus Christ can do for us what no material thing or other person can);

 

Allah membungkus kado special-Nya bagi kita ini dalam bentuk tubuh manusia sehingga kita dapat mengenal Dia dan menjadi satu dengan-Nya (God wrapped His special present to us in human flesh so we might know Him and identify with Him);

 

Melalui Yesus, Bapa menawarkan keselamatan kepada seluruh dunia, orang per orang (Through Jesus, the Father offers salvation to the entire world, one person at a time);

 

Kasih yang tidak bersyarat adalah hal yang memotivasi Bapa untuk mengorbankan anak-Nya menggantikan kita (Unconditional love is what motivated the Father to sacrifice His Son in our place);

Oleh karena Yesus menyatakan bahwa Dia-lah kebenaran, maka mempertahankan hubungan yang erat dengan Dia melalui doa dan ketaatan akan menguatkan hati nurani kita (Since Jesus declared that He is the truth, then maintaining a close relationship with Him through prayer and obedience strengthens our conscience);

 

Kita dapat bergantung pada Roh Kudus untuk menolong kita membangun nurani yang lebih baik (We can rely on the Holy Spirit to help us develop a better conscience);

 

Bila anda ingin memiliki hidup yang bermakna, maka sewaktu – waktu anda akan menjalani jalan kesukaran (If you want a meaningful life, you will at times travel the road of adversity);

 

Hidup di dalam kasih Tuhan tidak menjamin hidup yang mudah dan bebas dari rasa sakit. Bahkan, kebalikannya justeru yang terjadi (Living in the center of the Lord’s love dosen’t guarantee an easy, pain – free life. In fact, the opposite is true);

 

Allah mengasihi orang percaya sehingga Ia membentuk setiap orang percaya untuk menjadi seperti Anak-Nya melalui berbagai cara (God loves believers so much that He conforms each one to His Son’s likeness through any means necessary);

 

Ada beberapa manfaat yang mengejutkan dalam penderitaan, dimana tidak mudah bagi kita untuk menerimanya (There some surprising benefits in suffering, which aren’t easy to discern);

 

Secara manusia, pencobaan itu menyakitkan; namun dari sudut pandang Tuhan, pencobaan itu sifatnya menolong kita (Humanly speaking, trials hurt; but from the Lord’s point of view, they help);

 

Satu – satunya cara untuk bersukacita selama mengalami pencobaan adalah dengan memahami apa yang Tuhan ingin capai melaluinya (The only way to rejoice during trials is to understand what God wants them to accomplish);

 

Bila anda ingin mendapat manfaat dari pergumulan anda, bertahan didalamnya, dan melewatinya dengan sukacita dan kemenangan (If you want to profit from struggles, be sustained in them, and come through with joy and victory);

 

Tuhan memegang kendali penuh atas waktu dan intensitas pencobaan yang anda alami, dan Ia tidak akan membiarkannya terjadi melampaui batasan yang Ia telah tetapkan (God’s in full control of the timing and intensity of your trial, and He won’t let it go beyond the boundaries He has set);

 

Pencobaan akan menguntungkan bila Anda tunduk kepada Tuhan dan mempercayai Dia saat melewatinya (Trial will be profitable if you submit to God and trust Him through it);

 

Situasi yang sulit adalah suatu kesempatan bagi iman kita untuk membuktikan keasliannya dan menjadi semakin kuat (A trying situation is a chance for faith to prove genuine and grow stronger);

 

Saat anda mengalami tekanan ekstrim dengan kedamaian dan sukacita yang tidak dapat dijelaskan, Tuhan akan mendemonstrasikan kuasa-Nya kepada dunia yang menyaksikan (When you endure extreme pressure with unexplainable peace and joy, the Lord will demonstrate His sustaining power to a watching world);

 

Bapa akan memakai kesukaran – kesukaran anda untuk menghasilkan karakter yang menyerupai Kristus (The Father will use your difficulties to produce Christ – like character);

 

Tuhan akan berjalan bersama anda melewati pencobaan (God will walk with you through trials);

 

Tuhan memiliki otoritas penuh atas semua orang dan kejadian (God has total authority over all people and events);

 

Tuhan mengetahui hati manusia, bagaimana setiap orang akan bertindak, dan langkah – langkah apa yang diperlukan untuk mencapai maksud-Nya (God knows the hearts of men, how each person will act, and what steps are needed to achieve His purposes);

 

Doa mengubah kita. Selagi kita mencari wajah Tuhan dan menghabiskan waktu didalam Firman-Nya, kita akan diubahkan (Prayer changes us. As we seek God’s face and spend time in His Word, we will be transformed);

 

Doa mengundang Allah untuk bertindak. Doa tidak mengubah maksud dan rancangan Tuhan, ataupun membuat Dia mengubah pikiran-Nya (Prayer invites God to act. Praying doesn’t alter God’s purpose or plans, nor does it cause Him to change His mind);

 

Doa kita berkuasa saat, tanpa syarat, kita mengundang Tuhan untuk melakukan karya-Nya didalam kehidupan kita dan kehidupan orang lain (Our prayers are powerful when, without reservation, we invite God to do His work in our lives and the lives of others);

 

Saat kita mencari Tuhan dengan rendah hati dalam doa yang kita panjatkan, kita mengundang-Nya untuk mengambil alih situasi kita dan menyelesaikan rancangan-Nya (When we humbly seek the Lord through prayer, we invite Him to take the lead in our situation and accomplish His plan);

 

Kita minta kesembuhan, kesuksesan dan kemapanan keuangan kepada Tuhan (We ask the Lord for healing, success and financial security);

 

Kita hidup dalam budaya yang berpusat pada kesenangan yang berfokus pada saat sekarang (We live in a pleasure – oriented culture that focuses on the present);

 

Emosi yang mendorong kita untuk bertindak cepat atau mengutamakan diri kita dapat menyesatkan kita (Emotions that prompt us to act quickly or put ourselves first can lead us astray);

 

Pastikan bahwa anda mengijinkan Tuhan memegang kendali atas pikiran, kehendak, emosi dan nafsu anda (Make sure that you put God in charge of your mind, will, emotions, and appetite);

 

Penjara tidak selalu berbentuk bangunan fisik. Orang dapat menciptakan penjara bagi dirinya sendiri yang terbuat dari berbagai dosa (Prisons aren’t always physical buildings. People can create jails for themselves out of many kinds of sin);

 

Kita dimerdekakan untuk mengejar maksud Tuhan dan sukacita yang muncul saat melayani Dia (We are liberated to pursue God’s purpose and the joy that comes from serving Him);

 

Kemerdekaan rohani adalah suatu pilihan. Dosa kita dihapuskan saat kita menerima keselamatan, namun godaan tidak dihapuskan (Spiritual liberty is a choice. Our sins are wiped away at salvation, but temptation is not erased);

 

Salib bukanlah suatu beban, melainkan suatu simbol bahwa kita telah bebas dan merupakan pengikut Kristus yang telah diampuni (The cross is not a burden, but rather a symbol that we are free and forgiven followers of Christ);

 

Salib adalah satu – satunya pengharapan kita untuk kemerdekaan rohani (The cross is our only hope for spiritual liberty);

 

Oleh karena kita adalah saluran terbuka yang siap untuk Tuhan pakai, tidak ada yang menghalangi aliran Roh-Nya melalui kehidupan dan pekerjaan kita. Kita akan menerima lebih banyak daripada yang kita serahkan (Because we are open channel ready for God’s use, nothing obstructs the flow of His Spirit through our life and work. We will receive move than we ever give up);

 

Beban dosa anda selalu mengiringi anda kemanapun, menyeret hati anda ke dalam lubang keputusasaan (The weight of your sin goes everywhere with you, dragging your heart into a pit of despair);

 

Kita dapat menghakimi diri kita sedemikian rupa oleh karena tindakan dan motivasi kita tidak memenuhi standar kekudusan (We may judge ourselves harshly because our actions and motives fall short of a holy standard);

Tak seorangpun dapat berbuat cukup baik untuk memperoleh keselamatannya sendiri (No one can do enough good to merit his own salvation);

 

Hanya Yesus yang menghapus dosa dan hukuman “bersalah” atas orang percaya (Jesus alone removes that believer’s sin and “guilt” verdict);

 

Semua orang percaya seharusnya menyesuaikan dirinya dengan kebenaran bahwa tidak ada lagi penghukuman didalam Kristus (All believers should personalized the truth that there is no condemnation in Christ);

 

Iman yang didasarkan pada performa adalah ide dunia (Performance – based faith is a worldly idea);

 

Memang benar anda tidak dapat menyenangkan hati setiap orang, namun anda dapat menyenangkan hati Tuhan dengan menyadari bahwa Ia menerima anda tanpa syarat (It is true you can’t please everybody, but you can please the Lord by recognizing that He accepts you unconditionally);

 

Kita telah memiliki status yang kita butuhkan: Kita adalah anak – anak Allah dan duta Yesus Kristus, hidup di dalam kerajaan terang (We have all the status we need: We are children of God and ambassadors of Jesus Christ, living in the kingdom of light);

 

Allah tidak pernah berubah, tetapi pemahaman kita akan Dia berubah dan makin bertumbuh (God does not change, but our understanding of God changes and grows);

 

Belajar memperaktekkan iman dalam kehidupan sehari – hari akan membuat pemahaman kita akan Allah bertumbuh, dan memberikan kita sebuah perspektif baru dalam hidup (Our daily faith practices help our understanding of God to grow and giveus new perspectives on life);

 

Ya Allah, terimaksih atas anugerah yang Kau berikan bagaimanapun perbuatan kami. Tolonglah kami menerima anugerah-Mu dengan hati bersyukur (Dear God, thank you for the grace you give to us regardless of our merit. Help us to accept your grace with a thankful heart);

 

Anugerah Allah tidak terbatas pada kondisi apapun (God’s grace has no limits or conditions);

 

Terimakasih Tuhan, sebab mengingatkan kami bahwa kami dapat mempercayai-Mu untuk memimpin hidup kami (Thank you Lord, for reminding us that we can trust you for guidance);

 

Allah menunjukkan kita jalan; yang kita perlu lakukan hanya mengikuti jalan-Nya (God shows us the way; all we need to do is follow);

 

Saat kita memilih Firman Allah sebagai fokus, kita diprogram untuk menuju kehidupan rohani yang lebih sempurna (When we choose to make God’s word our focus, we can be programmed for leading fulfilling spiritual lives);

 

Allah Pengasih, terimakasih atas Kitab Suci. Berikanlah kami pengertian dan tolonglah kami untuk hidup sesuai dengan Firman-Mu (Dear God, thank you for scripture. Give us understanding and help us to put Your Word into practice);

 

Merenungkan Firman Allah memprogram hidup kita untuk lebih setia lagi (Meditating on God’s Word programs our lives for faithfulness);

 

Allah terkasih, terimakasih atas kasih, kesetiaan, dan kerelaan-Mu untuk terlibat dalam tiap kehidupan kami (Dear God, thank you for your love, faithfulness, and willingness to be involved in each our lives);

 

Hari ini aku akan berdoa untuk kebutuhan khusus (Today I will pray for a specific need);

 

Melalui pengalamanku selama bertahun – tahun, aku menyimpulkan bahwa Allah tidak peduli dengan karunia yang hanya dipakai untuk memegahkan diri sendiri namun yang dapat kita gunakan demi membantu sesame (From my experience over the years, I have concluded that God is not as concerned with gifts that bring us personal recognition as with those we can use to help meet the needs of others);

 

Bapa terkasih, tolonglah kami agar berhenti berharap akan karunia roh yang tidak kami miliki dan biarlah kami bersatu hati merangkul semua karunia yang telah Kau berikan dan menggunakannya demi melayani sesama (Dear Father, help us to stop wishing for spiritual gifts we don’t have and instead to eagerly embrace the ones you have given us and use them to minister to others);

 

Hanya Allah yang tahu apa yang ada di dalam hati kita dan apa yang terjadi di dalam kehidupan kita. Mengingat hal ini, kita dapat memperlakukan sesama kita dengan belas kasihan yang besar (Only God knows what is in our hearts and what is happening in our lives. Remembering this, we can treat our neighbors with greater compassion);

 

Aku akan berbelas kasih kepada orang lain dan membiarkan Allah yang menghakimi (I will treat others with compassion and leave judgement to God);

 

Allah Pengasih, tolonglah kami untuk memandang tetangga kami dengan belas kasihan bukan penghakiman (Dear God, help us to look at our neighbors with compassion, not judgement);

 

Created  and Posted By:
Appe Hamonangan Hutauruk, SH., MH.
Lecturer, Advocate and Legal Consultant
Handphone: 0818964919, 085959597919, 081213502002

A HEART OF LOVE

A HEART OF LOVE

 

“Let us not love with words or tongue but with actions and in truth” (1 John 3:18)

 Five LOVE languages:

Present

Words

Act of service

Physical touch

Quality time

 

STOP !!! to be the people as like NATO (Not Action, Talking Only).

 

IJINKAN NURANI KITA MEMANDU LANGKAH KITA

IJINKAN NURANI KITA MEMANDU LANGKAH KITA

 

Ketika rasa takut dan khawatir menguji iman kita dan pikiran mencemaskanpun menyerang, ingatlah kendali dipegang Allah dan Dia tak akan pernah gagal. Penghiburan terbesar kita adalah ketika mengetahui bahwa Allah memegang kendali. Yakinlah melampaui segala keraguan, dalam pencobaan yang tengah kita lewati, bahwa kasih dan rahmat Tuhan yang besar sedang bekerja untuk kebaikan di dalam kita.

Kita tidak akan tersandung dalam gelap, jika kita berjalan di dalam terang firman Allah. Firman Allah memberikan terang yang kita perlukan untuk melihat jalan; Menunjukkan apa yang perlu kita tahu supaya kita tidak tersesat. Percayalah, Apabila jalan kita  penuh cobaan berat, anugerah penyertaan Allah selalu mencukupi.  INGATLAH, Pilihan – pilihan sederhana yang harus kita buat akan menentukan arah hidup kita; Kita bisa memilih jalan dalam terang, atau tersesat di malam tergelap.  Ambillah sebuah pilihan yang terbaik, lalu nikmatilah berkat yang dihasilkan dari piihan tersebut. Oleh karena itu, apabila  firman Allah memandu hati nurani kita, perkenankan hati nurani tersebut memandu anda langkah kita.

 

 

Writer and Copy Right:
Dr. (Cand.) Appe Hamonangan Hutauruk, SH., MH.
Lecturer, Advocate and Legal Consultant
Handphone: 0818964919, 085959597919, 081213502002

HUBUNGAN NEGARA DENGAN AGAMA

HUBUNGAN NEGARA DENGAN AGAMA

 

Negara (state) pada hakekatnya   suatu organisasi dari persekutuan hidup bersama (living together) yang merupakan  manifestasi  sifat kodrat (sifat alamiah) manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Sehingga dapat dikatakan bahwa  sifat dasar kodrat manusia (human nature)   merupakan sifat dasar negara, dan dengan demikian  negara merupakan  manifestasi kodrat manusia secara horizontal yaitu  hubungan antara manusia dengan manusia lain untuk mencapai tujuan bersama (common goals). Pada prinsipnya  negara memiliki hubungan sebab akibat langsung (yang  bersifat kausalitas) dengan manusia karena manusia adalah sebagai pendiri negara untuk mencapai tuujuan – tujuan manusia yang telah ditetapkan bersama untuk dicapai.

Manusia sebagai warga negara hidup bersama dalam suatu daerah teritorial, berkedudukan kodrat sebagai makhluk pribadi dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Dalam kapasitasnya sebagai makhluk pribadi  maka manusia  dikaruniakan kebebasan atas segala sesuatu kehendak kemanusiaannya. karunia tersebut  merupakan suatu kebebasan asasi yang menjadi prinsip – prinsip fundamental dari konsepsi Hak Asasi Manusia (Human Rights). Sedangkan dalam kedudukannya ebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa maka manusia  memiliki hak dan kewajiban untuk memenuhi harkat kemanusiaannya yaitu beribadah, menyembah dan patuh kepada Tuhan Yang Maha Esa. Manifestasi hubungan manusia dengan Tuhan (The Creator)  terwujud/teraplikasi  dalam agama (religion). Pembatasan pengertian secara tegas dapat dikatakan bahwa “NEGARA”  merupakan produk manusia sehingga merupakan hasil budaya manusia, sedangkan “AGAMA”  bersumber pada wahyu/firman/sabda  Tuhan yang sifatnya mutlak (absolut). Dogma dalam hidup keagamaan yaitu manusia memiliki hak – hak dan kewajiban yang didasarkan atas keimanan dan ketaqwaannya terhadap Tuhan selaku “PENCIPTA” manusia dan alam semesta, sedangkan dalam otoritas hegemoni negara maka manusia memiliki hak – hak dan kewajiban horisontal dalam hubungannya dengan sesama manusia dan terhadap Pemerintah (government) sebagai representasi dan pengendali negara. Berdasarkan pengertian kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial, maka terdapat berbagai macam konsep tentang hubungan negara dengan agama, dan hal ini sangat ditentukan oleh dasar ontologis manusia (dalam konteks keberadaan atau eksistensi manusia secara konkrit).

 

Writer and Copy Right:
Dr. (Cand.) Appe Hamonangan Hutauruk, SH., MH.
Lecturer, Advocate and Legal Consultant
Handphone: 0818964919, 085959597919, 081213502002

 

 

TELL THE TRUTH FOR THE PEOPLE

TELL THE TRUTH FOR THE PEOPLE

 

TELL THE TRUTH

The son said that:

I did a naughty thing yesterday. I lied to mom about not eating candy. When I ate three candies, but God forgave me when I repented and asked for His forgiveness  (Aku berbuat nakal kemarin. Aku berbohong kepada mama tentang tidak makan permen. Padahal aku makan tiga buah permen, tetapi Tuhan mengampuniku ketika aku menyesal dan meminta pengampunanNya).

 

BE KIND:

The son said that:

I did a bad thing yesterday. When I pushed my little brother and I scratched my big sister, but God forgave me when I repented and asked for His forgiveness. (Aku membuat hal yang buruk kemari. Saat aku mendorong adikku dan mencakar kakakku, tetapi Tuhan mengampuniku ketika aku menyesal dan meminta pengampunanNya).

 

BE CONTENT:

The son said that:

I did an awful thing yesterday. When I stole my friend’s beautiful eraser and I took my teacher’s money, but God forgave me when I repented and ask for His forgiveness (Aku berbuat hal yang buruk kemarin. Saat aku mencuri penghapus yang bagus milik temanku dan mengambil uang milik guruku, tetapi Tuhan mengampuniku ketika aku menyesal dan meminta pengampunanNya).

 

BE POLITE:

The son said that:

I did a disgraceful thing yesterday. When I screamed at my friend and I called them names, but God forgave me when I repented and asked for His forgiveness  (Aku berbuat hal yang memalukan kemarin. Saat aku berteriak pada temanku dan meledek – ledek mereka, tetapi Tuhan mengampuniku ketika aku menyesal dan meminta pengampunanNya).

 

FORGIVE OTHERS:

The son said that:

I did a shameful thing yesterday. When I did not forgive Joe even though he asked me forgiveness, but God forgave me when I repented and asked for His forgiveness (Aku berbuat hal yang memalukan kemarin. Saat aku tidak memaafkan Joe walaupun ia telah meminta maaf kepadaku, tetapi Tuhan mengampuniku ketika aku menyesal dan meminta pengampunanNya).

 

RESPECT OUR ELDER:

The son said that:

I did a hurtful thing yesterday. When I did not obey mom and dad, but God forgave me when I repented and asked for His forgiveness (Aku berbuat hal yang menyakitkan kemarin. Saat aku tidak taat pada mama dan papa, tetapi Tuhan mengampuniku ketika aku menyesal dan meminta pengampunanNya).

 

BE FRIEND:

The son said that:

I did an appalling thing yesterday. When I bit my big brother and I fought with my neighbor, but God forgave me when I repented and asked for His forgiveness (Aku berbuat hal yang menakutkan kemarin saat aku menggigit kakakku dan berkelahi dengan tetanggaku, tetapi Tuhan mengampuniku ketika aku menyesal dan meminta pengampunanNya).

 

SO ….. THIS IS THE FACT:

I am glad that God is a forgiving God;

He forgives me no matter what;

He is my father in heaven, and

He lives in my heart.

 

“Aku senang karena Tuhan Maha Pengampun;

Ia mengampuniku dalam segala hal;

Ia adalah Bapaku di Surga, dan

Ia tinggal di dalam hatiku”.

 

Adapted  and Posted By:

Appe Hamonangan Hutauruk, SH., MH.

Lecturer, Advocate and Legal Consultant

Handphone: 0818964919, 085959597919, 081213502002

HIDUP YANG MEMPUNYAI TUJUAN

HIDUP YANG MEMPUNYAI TUJUAN

 

Allah menghendaki kita untuk bersikap bijak, mampu membedakan antara yang baik dan yang buruk. Allah tidak ingin konsentrasi kita berfokus pada hal – hal yang bertentangan dengan moral yang baik. Kita dapat menemukan hal – hal yang baik, karena dalam masa – masa yang sulit, krisis dan penuh kekhawatiran,  Allah senantiasa mendampingi kita. Tidak peduli seperti apa keberadaan kita, ketika kita menyingkirkan khawatiran dan focus pada Allah sebagai sumber kekuatan maka kita dapat menemukan hidup yang memiliki tujuan (when we set our worries aside and focus oon God we can find a life – fulfilling purpose).

Adigium yang menjadi postulat dogmatis menegaskan CARI DEO NIHILIO CARENT (yang mencintai Tuhan tidak akan kekurangan apapun). Dalil iman tersebut juga diikrarkan dalam Matius 7:7 – 8. ~ (7) “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu”. (8) “Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan”.

Oleh karena itu, tetaplah percaya bila engkau melakukan sesuatu yang benar (CONFIDE RECTA AGENS), sebab doa orang benar besar kuasanya. Kebaikan Allah dapat ditemukan dalam setiap situasi (God goodness can be found in every situation). Menerima kebaikan Allah memberikan kita rahmat untuk melihat penggenapan janji Allah di dalam iman dan pengharapan, janji hidup yang kekal tanpa penyakit, rasa sakit atau kesedihan, bukan semata – mata hanya sekedar soal makanan atau minuman.

Karena Allah telah berbuat baik kepada kita, sehingga kita tidak khawatir dalam hidup dan kehidupan, maka SEBAGAI TUJUAN HIDUP KITA  sepatutnya kita juga harus berbuat baik dan dermawan kepada orang lain. Sebab kesempatan untuk berbuat baik  dan benar ada batasnya, yaitu ketika ajal telah menjemput.   Tidak ada satupun yang dapat dilakukan dengan benar oleh orang yang kikir kecuali ketika dia mati (AVARUS NISI CUM MORITUR, NIL RECTE FACIT).

 

Writer and Copy Right:
Dr. (Cand.) Appe Hamonangan Hutauruk, SH., MH.
Lecturer, Advocate and Legal Consultant
Handphone: 0818964919, 085959597919, 081213502002