Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama dalam Pelaksanaan Pilkada

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Wanita Syarikat Islam (PP WSI) Valina Singka Subekti mengatakan Pilkada Serentak 2020 berbeda dari pilkada-pilkada sebelumnya karena dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

Penerapan protokol kesehatan menjadi concern utama dalam pelaksanaan pilkada pada 9 Desember mendatang.

“Saat ini, kita memasuki tahapan pencalonan dalam Pilkada, disisi lain kita berada dalam situasi yang tidak mendukung, persebaran Covid-19 semakin meningkat sedangkan protokol kesehatan semakin longgar. Peran WSI adalah untuk mengedukasi masyarakat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujar Valina, dalam webinar ‘Pilkada Serentak 2020 Di Tengah Pandemi Covid-19’, Sabtu (8/8/2020).

Dalam kesempatan itu, hadir sejumlah narasumber antara lain Komisioner KPU RI Viryan, anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo, Komisioner KPU Provinsi Sulawesi Selatan Misna M Attas, dan Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini.

Komisioner KPU RI Viryan mengamini bahwa penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan pilkada serentak menjadi salah satu concern utama.

Selain itu, dalam tahapan pemilihan KPU juga telah mengatur jadwal kedatangan pemilih ke TPS demi menghindari kerumunan masa. Petugas penyelenggara pun dipilih berdasarkan usia, yakni di bawah 50 tahun untuk menjaga kesehatan mereka.

“Hal tersebut dapat dilihat dari meningkatnya anggaran Pilkada sebanyak Rp4 triliun yang sebagian besar kegunaannya dialokasikan untuk membeli Alat Pelindung Diri (APD),” kata Viryan.

Sementara itu, anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo menyebutkan bahwa setidaknya terdapat empat titik rawan pelanggaran pilkada di masa pandemi Covid-19. Antara lain resiko kesehatan, penyalahgunaan dana bantuan sosial bagi calon incumbent, partisipasi politik masyarakat yang akan menurun di masa pandemi, serta praktik politik uang.

“Hingga saat ini kami (Bawaslu RI) memproses 792 kasus hukum, paling tinggi adalah kasus administrasi, kemudian proses verifikasi calon dan COKLIT,” terang Ratna.

Kondisi berbeda dialami oleh penyelenggara pemilu di Sulawesi Selatan. Komisioner KPU Provinsi Sulawesi Selatan Misna M Attas mengatakan masalah banjir menjadi situasi yang harus dihadapi selain Covid-19.

Akibatnya, kata Misna, banyak warga yang terpaksa harus mengungsi. Kondisi tersebut menyulitkan petugas penyelenggara untuk mencocokkan data dan memberikan kartu pemilih.

Kemudian, Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini juga menjelaskan dampak pandemi virus Covid-19 terhadap penyelenggaraan pemilu. Seperti menurunnya partisipasi masyarakat, keterbatasan akses bagi kelompok marginal, serta legitimasi dari hasil Pilkada karena rendahnya angka partisipasi dan kondisi darurat.

Titi juga mengatakan kualitas dan integritas pilkada di tengah pandemi akan sangat ditentukan oleh beberapa hal seperti kualitas regulasi, kapasitas penyelenggara, peserta dan pemilih yang terlibat, penegakan hukum dan kepatuhan pada protokol kesehatan.

“Sukses atau tidaknya pilkada dapat dilihat dari protokol kesehatan yang dijalankan, tidak hanya oleh penyelenggara tetapi juga oleh peserta dan pemilih,” kata Titi.

sumber: tribunnews.com

Pilkada Di Masa Pandemik, WSI: Mengedepankan Integritas Dan Ketatkan Protokol Kesehatan

Webinar bertema “Pilkada Serentak 2020 Di Tengah Pandemik” yang digelar Wanita Syarikat Islam/Net

Gelaran pilkada serentak 2020 di tengah pandemik Covid-19 adalah tantangan tersendiri bagi penyelenggara pemilu untuk menyukseskan hajatan demokrasi daerah itu.

Perempuan Bisa Jadi Kunci Kemenangan Di Pilkada Surabaya 2020 Dugaan Ijazah Palsu Di Pilkada Halmahera Selatan Harus Diusut Tuntas Ketua Umum PP Wanita Syarikat Islam, Valina Singka Subekti mneyebutkan, bahwa penyelenggara pemilu diberikan dua tugas pokok pada gelaran pilkada yang dijadwalkan pada Desember mendatang. Dua tugas itu adalah bagaimana pilkada digelar dengan penuh integritas dan penerapan protokol Covid-19 dengan ketat. “Saat ini, kita memasuki tahapan pencalonan dalam pilkada, di sisi lain kita berada dalam situasi yang tidak mendukung, persebaran Covid-19 semakin meningkat sedangkan protokol kesehatan semakin longgar,” ujar Valina dalam webinar bertema “Pilkada Serentak 2020 Di Tengah Pandemik”, Minggu (8/8). Narasumber dalam webinar ini antara lain Komisioner KPU RI, Viryan Aziz; anggota Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo; anggota KPU Provinsi Sulawesi Selatan, Misna M. Attas dan Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini. Komisioner KPU RI Viryan Aziz mengatakan, bahwa penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan pilkada serentak menjadi salah satu fokus utama. Hal tersebut, kata dia, dapat dilihat dari meningkatnya anggaran pilkada sebanyak Rp 4 triliun yang sebagian besar kegunaannya dialokasikan untuk membeli alat perlindungan diri (APD). “Selain itu, dalam tahapan pemilihan, KPU juga telah mengatur jadwal kedatangan pemilih ke TPS, demi menghindari kerumunan masa,” katanya. “Petugas penyelenggara pun dipilih berdasarkan usia, yakni di bawah 50 tahun, demi menjaga kesehatan mereka,” imbuhnya. Sementara itu, anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo menyebutkan, bahwa setidaknya terdapat empat titik rawan pelanggaran Pilkada di masa pandemik Covid-19.

Pelanggaran itu meliputi resiko kesehatan, penyalahgunaan dana bantuan sosial bagi calon incumbent, partisipasi politik masyarakat yang akan menurun di masa pandemik serta praktik politik uang. “Hingga saat ini kami (Bawaslu RI)  memproses 792 kasus hukum, paling tinggi adalah kasus administrasi, kemudian proses verifikasi calon dan Coklit,” terang Ratna.

EDITOR: AHMAD KIFLAN WAKIK

sumber:rmol.id

Webinar WSI dengan Tema “Pilkada Serentak 2020 ditengah Pandemi Covid”

Assalamualaikum.Wr.Wb

Kepada Yth.
Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang WSI Se-Indonesia

Pimpinan Pusat Wanita Syarikat Islam, menyelenggarakan Webinar dengan Tema “Pilkada Serentak 2020 ditengah Pandemi Covid, yang akan dilaksanakan pada :

Hari/Tanggal : Sabtu, 8 Agustus 2020
Waktu : 10.00-13.00 WIB
Zoom : https://us02web.zoom.us/j/87148310511
Meeting ID: 871 4831 0511
Passcode: Pilkada

Narasumber :
1. Viryan Aziz, SE., MM (Komisioner KPU RI)
2. Dr. Ratna Dewi Pettalolo, SH., MH (Komisioner Bawaslu RI)
3. Misna M. Attas (Komisioner KPU Prov. Sulsel)
4. Titi Anggraini, SH., MH (Direktur Eksekutif Perludem)

Moderator : Endah Cahya Immawati
Link Absensi : https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSe74fAgAdYnlsGa2b6sToX6ktb9D-ZXC3SRdDXOMGRM9ZujsA/viewform?v…

Pimpinan Pusat Wanita Syarikat Islam menyampaikan rasa duka cita mendalam atas wafatnya Bapak H. Raharjo Tjakraningrat

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rojiuun

Pimpinan Pusat Wanita Syarikat Islam menyampaikan rasa duka cita mendalam atas wafatnya Bapak H. Raharjo Tjakraningrat, Ketua Dewan Pusat Syarikat Islam pada hari Sabtu, 1 Agustus 2020 Pukul 21.00. Almarhum adalah tokoh dan pejuang SI. InsyaAllah Almarhum husnul khotimah dan memperoleh surga jannah. Aamiin yra.

BIllahi Fie Sabilil Haq

Prof. Dr. Valina S. Subekti, MSi
Ketua Umum PPWSI

GOW Banjarnegara Salurkan Paket Sembako Bagi Warga Terdampak Covid-19

TIMESINDONESIA, BANJARNEGARA – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, bagikan 280 paket sembako kepada warga terdampak Corona atau Covid-19, di kantor Sekretariat Dharma Wanita Persatuan (DWP) setempat, Rabu (6/5/2020).

Ketua GOW Kabupaten Banjarnegara, Ny. Hj. Sri Rejeki Indarto menyampaikan, paket sembako berisi 3 kilogram beras, 1 liter minyak goreng kemasan dan 5 buah mie instan.

Sebelum penyerahan bantuan, warga terlebih dahulu  diberi pengarahan tentang cara dini mencegah penyebaran virus Corona. Yakni, penggunaan masker, cara mencuci tangan yang benar, physical distancing, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat.

GOW-b.jpg

“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak Covid-19,” kata Ny Sri Rejeki Indarto.

Dijelaskan, bantuan tersebut bersumber dari swadaya iuran organisasi wanita yang tergabung dalam Gabungan Organisasi Wanita, seperti Dharma Wanita Persatuan, Bhayangkari, Persit Candra Kirana, Wanita Kristiani, Wanita Syarikat Islam, Wanita Al-Hidayah, Muslimat NU, Fatayat NU, IGTKI, Aisyiyah, Salimah Banjarnegara dan organisasi wanita lainnya.

GOW-c.jpg

“Kami juga menerapkan protokol kesehatan saat menyerahkan bantuan. Setiap warga penerima bantuan diwajibkan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” jelasnya.

Warga juga harus menggunakan masker dan  pengambilan bantuan paket sembako oleh GOW juga dilakukan secara bergiliran guna menghindari kerumunan. (*)

sumber: timesindonesia.co.id