Pantun Ayah buat 3 Dara

Pantun Ayah buat 3 Dara :

Si warna ungu namanya dinda..
Tinggal diaceh untuk sekolah
Adinda zahra janganlah lupa
Do’a dan sadaqoh agar bahagia

Siwarna kuning namanya ananda..
Pergi merantau ke Tasikmalaya..
Jika menyantri janganlah lupa..
Berdoa selalu agar ceria..

Si merah jambu namanya fina..
Pergi ke Jepang untuk bekerja
janganlah lupa niat utama..
Menuntut ilmu tekad membaja

MENANGISLAH UNTUK PINTU MAGHFIRAH

MENANGISLAH
UNTUK PINTU MAGHFIRAH

Menangislah…
Menangislah qalbuku
Menangislah jiwaku
Menangislah bagai mata air
mengalir dikelopak mataku…
seperti aku tercipta….
Ya Rabbi.

Menangislah.
Menangislah mauku
bagai air sungai..
mengalir di pipiku..
Menangis untuk..
Sang Maha Pencipta…
Ya Khalik…
Seperti aku menangis saat keluar dari rahim emakku
Hingga emakku terenyum..

Menangislah…
Menagislah sekerasku
Menangis memecah heningnnya dunia
Menangis aku..
dalam dekapan pangkuan kedua tangan Bapakku
Hingga qomatpun berkumandang
terdengar ditelingaku
saat air mata kebahagiaan Bapaku memecahkan pengharapan
untuk kelahiranku..

Ya Allah..
Menangislah aku
Saat diperjalanan usiaku..
Saat diparuh kedua bulan kemuliaan ramadhan..
saat kesucian hamparan bumi dipenuhi ibadah..
Saat dosa tak terbilang..
Saat kesalahan tak terhitung
Saat kerasnya hati tak terluluhlantahkan..
bagai gelapnya malam
bagai jelaga dosa berkarat diperjalanan usiaku

Ya Allah…Rabb insani
Menangislah aku..
tak malu aku menangis
Karena aku pun tak malu saat lahir tak berbalut baju aku menangis menatap awal dunia ini
yang penuh ujian cobaan dan kesenangan..

Menangis aku..
diatas hamparan sajadah ramadhan dihari sepuluh kedua….
dihamparan kasih sayang Sang Maha Pencipta terhampar karpet kemuliaan dari seribu bulan ini…
Ya Allah..
Menangislah aku di ramadhan ini..
Ramadhan covid 19..
Ranadhan tafaqur diri..

Menangislah aku..
Menagis air mata kebahagiaan..
Airmata pengharapan..

Firdaus Syam
Pagar Alam
Ramadhan Covid 19

3/4/020

Mushola Al Askar
Akabri.

SEPULUH HARI TERAKHIR

SEPULUH HARI TERAKHIR

Ada rasa malas menghinggapi hamba Mu yang sedang shiam..
berpuasa

Ada rasa jenuh
menyelimuti perasaan dan jiwa hamba Mu ..
yang sedang shiam di penghujung ramadhan

ada godaan dalam qolbu hamba Mu
yang sedang shiam..
karena nafsu atas selera dunia…
yang menguasai perut dengan makanan dan hidangan ..
pakaian dan hiasan
Khusus untuk hari yang baru..
di hari raya agung..
hari yang fitri…

Shiam itu tenggelam dalam lautan kekalahan untuk menahan keinginan nafsu
ambruklah benteng ibadah tinggallah nafsu setaniah merasuk diri
ujub..ria..takabur..dayus…
Iri..dengki ..syirik..
membuang waktu dengan hal sia
menghanyutkan kesucian shiam…

Bagi para pejuang ramadhan
sepuluh hari terakhir..
adalah sepuluh hari.
bala tentara istigfar
ditambah..
dan digandakan

Sepuluh hari terakhir..
adalah kekayaan jiwa
dengan memiliki rasa syukur..
selalu merasa cukup..
ditegakkan
dan dikokohkan dengan
ketulus ikhlasan

Sepuluh hari terakhir perbanyak menebar kebaikan
sadaqoh, infaq, zakat..
segera ditunaikan…

Sepuluh hari terakhir..
kayakanlah ucap hamba
fikiran ..
langkah …
dengan dipenuhi muhasabah..
jauhkan dari hal yang tak berguna..
jauh dari ghibah..
dan mencela ..
membuang kebiasaan tak berguna..
juga sendaugurau tak bermakna
basahi mulut hamba dengan ziqir, doa dan kebaikan..

Sepuluh hari terakhir..
adalah meraih
peluang dan kesempatan..
bagi hamba..
takkan pernah tahu dengan pasti apakah ramadhan tahun depan..
masih diberi kesempatan..

Sepuluh hari terakhir
adalah saat Tamu Agung akan segera pulang
pamit meninggalkan pesan pamungkas
seiring datangnya malam kemuliaan 1000 bulan

Bila puasa hamba yang berpuasa karena semata mengharap rahmat Allah..
Lalu…
terjaga penuh dengan ibadah dan kebaikan..
bebaslah
bebaskan
hamba dari Api Neraka…..
Ya Allah..

Sungguh..
Ramadhan ini jembatan.. khusnul khotimah…

Sepuluh hari terakhir…
kini hamba arungi..
Dalam balutan ramadhan tahun ini

Masih ada kesempatan
seiring tarikan nafas hamba
Ya Rabb insani..
Itu yang hamba pinta..

🤲🤲🤲🤲🤲
🌹🌹🌹🌹🌹

Ramadhan covid 19
13/52020

Firdaus Syam
Pagar Alam
Teras rumahku.

INDAHNYA TAHAJUD

INDAHNYA TAHAJUD

Indahnya sholat Tahajud..
Indahnya ruku sujud
Kita berbisik ke lantai bumi.
Atap langit terbentang luas..
menggetarkan semesta MU

Indahnya sholat Tahajud…
Membuka do’a do’a hamba ..
menjauhkan lambung
dari tempat tidur…
mengadahkan tangan..
betapa kecilnya diri ini..
lebih kecil dari debu..
bahkan dari inti atom
yang bertebaran pada samudra lautan..
pada bintang gemintang..
pada ilalang di padang sabana..
pada butiran ombak seluas 7 samudra…

Indahnya Sholat tahajut..
Hidangan jiwa.
mengisi perut rokhani
melapangkan dada.
menetes air mata bahagia…

Indahnya sholat tahajud..
meruntuhkan ego diri..
membunuh nafsu malas..
membuang nafsu diri..
mengirim do’a untuk semua makhluk di jagat dunia…

Indahnya sholat tahajud…
mengihklaskan hati
membersihkan qalbu..
menapak maqom maqom
derajat dari janji Ilahi…
Mahqomam mahmudan..

Indahnya sholar tahajud..
membuka mata terjaga..
tetes air mata
membasahi pelipis.
ziqir dan do’a..
hamba Mu
menjulur sukma
hingga ke langit semesta…
mengharap damai dunia
hancurkan angkara murka..
lenyapkan wabah dan bala..
meleburkan jasad menjadi setitik cahaya menuju cahaya diatas cahaya…

Ya Allah..
terimalahah sholat hamba ini…
rindukan hamba
jdengan Mu…
Azza wazalla…
damaikan fikiran jiwa,..
sebagai hidangan
Engkau berikan
pada hamba

Ya Allah.
terimalah kehadiran hamba
disetiap sepertiga malam
yang indah dan wangi
bagai bunga sedap malam….

Ya Allah…
temukan kembali hamba dengan Mu
pada 1/3 esok malam..

Aamiin

Firdaus Syam
Pagar Alam..
Di hamparan sajadah..

13/4/020

DARI KISAH NUH dan TANDA AKHIR ZAMAN

DARI KISAH NUH
dan
TANDA AKHIR ZAMAN

Perbanyak do’a
bukan mengeluh..
Perbanyak usaha..
bukan menyalahkan
Perbanyak sabar
bukan kecewa
Perbanyak amal
bukan menuntut..
Perbanyak mengingatkan
bukan membiarkan

Kenapa…?
Kenapa…?
Kenapa…?

Bukankah kisah Nuh dengan kapalnya mengalami
Lock down..
Banjir bah seantaro dunia
40 hari 40 malam..
Air tergenang selama 244 hari ..
Nuh As dan sedikit pengikutnya terayun diatas kapal dalam gelombang super samudra 150 hari..
tambah 40 hari..
tambah 7 hari dan 7 hari lagi
Lock down menghindar dari banjir besar….

Adakah kini
tanda akhir jaman….?

Terlalu banyak yg edan
jangan ikut edan..
perbanyaklah..
dekatkan diri..
pada yang Maha Kuasa…

Teknologi pun saatnya tiba tak lagi berdaya…..
ketika tiba langit gelap tertutup awan
40 hari 40 malam
Adhukhan

Tumbuhan layu lalu mati.
kelaparan merambah seantaro dunia..
kepanikan dan kejahatan merajalela..

Pemimpin zalim..
tak dengar lagi suara ulama
orang orang berilmu taklah diabaikan..
tangan rakus kekuasaan dan harta
yang menentukan segalanya
orang bodoh yang pandai berteriak caci maki nyaring terdengar…
menenggelamkan suara nurani dari insan bijak…
fitnah menyeruai masuk hingga tulang sum sum
dan urat fikir manusia..

Al Kitab Suci indah
tapi tak terjamah cahayanya..
karena nafsu dan kebencian telah menyelimuti kehidupan dari kebanyakan manusia..
teknologi modern mati gaya..
tiadalah energi dari cahaya..

Ketika itu datangnya bintang berekor dipertengahan bulan ramadhan…
manusia digiring kembali ke masa lalu…
kuna..kuna ..
menuju musnahnya alam semesta…
manusia fasik…dholim
kafir dan sombong menentang hukum tuhan..
menggigil ketakutan..
baginya dunia segalanya

buat orang yang benar dalam keimanan
taklah sedih..
taklah takut..
karena isyarat itu
ada dalam kitab suci
Hanya orang yang sabar dalam keimanan Tauhid..
dalam lindunganya Nya

Ziqir membuatnya tenang..
Ziqir membuatnya tak lapar
Ziqir membuatnya terjaga..
dari kehancuran dan ketakutan

Allahu Akbar…

Firdaus Syam
Pagar Alam

13/4/020.
Pojok kamar.

SANG TENTARA SUBUH

SANG TENTARA SUBUH

Sang tentara subuh..
Panggilan komando itu datang…
Panggilan komando itu bukan dari komandan regu, peleton, kompi, batalyon, atau divisi bahkan panglima tertinggi..
Panggilan itu datang dari Yang Maha Tertinggi..
melalui azan
gema terdengar
bersahut sahutan dari timur hingga barat, dari utara hingga selatan..
dalam satu komando Takbir..
terdengarlah gema panggilan agung ..
mari kita sholat,..
mari kita meraih.. kemenangan

Sang tentara subuh itu melangkah bukan untuk gagah dan meneriakan perang menumpahkan pertikaian dan darah
Tentara subuh itu melangkah merapatkan barisan untuk ruku, sujud, dalam satu komando seluruh dunia, dalam waktu yang sama, arah yang sama tujuan yang sama gerakkan yang sama sasaran yang sama..
membesarkan kalimat Takbir..Sahadat..Tahlil
Menaburkan kedamaian dengan do’a
bagi semua makhluk..
dan jagat raya semesta

Sang tentara subuh itu bukan berbekal pakaian loreng, peluru, sangkur, sepatu laras, topi baja, senjata, apalagi bahan peledak….

Sang tentara subuh itu berbekal wudhu, kesucian, pakaian libasuh taqwa,
bersenjata sahadat, iman, silaturahmi, kasih sayang nasehat, dan hikmah
dalam shaf-barisan mengajak keselamatan dan kedamaian..

Sang tentara subuh itu
bukan berlindung dalam tameng bangker serta pakaian anti peluru..
Tentara subuh itu berlindung dengan asma Allah, ziqir, do’a, mental iman yang tangguh,
dan malaikat yang mendampinginya…

Tentara subuh itu, teritorialnya mushola, masjid dimana mereka tinggal, menjaga datangnya kejahatan menjelang subuh hingga waktu suruk..

Tentara subuh bekalnya bukan senjata dan logistik,
Tentara subuh bekalnya sahadat dan niat yang kuat,
bukan karena keinginan manusia, tapi keinginan tunduk berserah diri kepada Allah pencipta semesta

Tentara subuh itu,
musuhnya bukan lawan yang bersenjata,
musuh tentara subuh adalah kemalasan, ketidak cintaan, kebencian..
cinta dunia…
tapi takut akan kematian…

Sang tentara subuh adalah jundullah yang tak gentar dengan kemunafikan, kebohongan, ketidak jujuran anti kebenaran,
menentang terhadap mereka yang senang dengan cara kekerasan serta kelicikan

Sang tentara subuh itu
cinta tanah air bukan slogan, tapi amal amal kebajikan…
dan Taqwa

Firdaus Syam
Pagar Alam

12 Ramadhan covid 19
5/4/020..

Mushola Al Askar
Akabri.

MUTIARA RAMADHAN

MUTIARA RAMADHAN

Agungnya mutiara ramadhan
Mulianya mutiara ramadhan
Indahnya mutiara ramadhan
Adalah pesona jiwa raga kehidupan

Pesona mutiara ramadhan
Bagaikan mentari menyinari bumi memberi enerji dan semangat hidup

Pesona mutiara ramadhan
Bagaika air jernih bersih dan suci tak bernajis mengalir menghidupkan alam untuk keberlangsungannya

Pesona ramadhan
Bagaikan kemilau cahaya merambat menembus mega menyentuh pohon ngarai lembah dan dataran rendah wajah bumi yang subur warna warni elok dipandang kasat mata dan kaca bathin

Pesona romadhan
Bagaikan tuan dan puan muda yang hadir rupawan menawan hidup penuh gairah dan cita laksana bintang

Pesona ramadhan
Bagai kupu kupu warna warni yang beterbangan kian kemari hinggap hanya diatas serbuk sari bunga dalam sejuta taman asri merangkai mayapada bumi

Pesona ramadhan
Bagaikan embun rinai hujan, yang jatuh pada palimbahan dan ngarai bergemuruh memberi gemercik gairah mengejar karsa mulia

Pesona ramadhan
Bagaikan awan berarak dan deburan ombak menghantam batu karang merambat menembus celah celah pohon dan lembah membawa kecambah kehidupan

Pesona ramadhan
Adalah pesona hamba Allah yang mengisi ruang hidupnya untuk mensucikan diri, membasuh kedua tangan wajah rambut hingga ujung jari jemari kaki
Adalah pesona hamba Allah yang berdiri ruku sujud dan bersimpuh dalam libasuh taqwa, mengadahkan tangan mengakui betapa khehilapan dan dosa selalu ada dalam diri untuk mau mengakui dan meminta maaf tanpa henti…

Pesona ramadhan adalah pesona hamba Allah yang kembali kepalimbahan fitrah taqarub tawadhu tawakal dan taqwa
tegakkan berdiri dalam pendirian hidup berjuang tak minta dipuji kecuali ridho Allah..

Pesona ramadhan adalah komitmen berjuang di jalan Allah melepaskan belenggu pencitraan pesona dunia yang fana, kecuali berjalan menyebrang titian keabadian dengan mengisi ruang ramadhan dengan amal amal kebajikan..

Pesona ramadhan..
Lalu kudiam menggores untaian kata ini..
karena luasnya samudra keindahan bulan ramadhan bulan barokah bulan mulia seribu bulan..

Ya Allah terimalah do’a dan amal hamba
yang hanya setetesan air dibanding luasnya samudra yang Agung Mulia dan Indah

Salam ta’zim
Firdaus Syam
Pagar Alam
30/4/020
8 Ramdhan 1441 H

🌹🌹🌹🌹🌹🤲

YUK TAHAJUD…

YUK TAHAJUD…

Bangun tengah malam..
Jauhkan lambung kita dari tempat tidur
Bangkit…
Basuh kulit
dengan air wudhu..
pakaian yg bersih..
Suci
terhindar najis…

muhasabah…
Bersimpuh merunduk..
diatas sajadah….
Ziqir….ziqir..
Ruku…sujud..
Tafaqur..
Taqarub..
Tawadhu..
Lalu tengadahkan tangan..
Mengadulah pada ilahi robi…
Menangislah….
Mintalah …
berharaplah
berulang ulang..
Jangan gengsi……!!

Hanya pada Nya
Allah Maha Kaya
Pemilik segalanya..
Juga pemilik diri kita
dan keadaan kita…..ini

Doa..
minta..memohon..
berharap untuk diri kita..
orangtua kita..
keluarga, handai tolan..
Kerabat dan semua ..
Untuk kebaikan..
tabungan perjalanan hidup…

Ya Robbi…Ya Karim
Yahayyu Ya Qoyyum