Syarikat Islam Jatim Sebut Negara Dalam Bahaya, Inisiator RUU HIP Harus Diusut

SURABAYA, beritalima.com | Syarikat Islam Jawa Timur menilai tegas bahwa dengan adanya Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) membuktikan adanya sebagian masyarakat yang berniat meruntuhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, Ormas Islam di Jatim ini tidak hanya menolak RUU HIP, tapi juga menyebut para inisiator dan pendukungnya adalah orang-orang makar yang harus diusut tuntas.

Pernyataan sikap itu diungkapkan bersama para Pengurus DPW Syarikat Islam, PW Pemuda Muslimin dan PW Wanita Syarikat Islam Provinsi Jawa Timur, di Rumah Tjokroaminoto, Jalan Peneleh VII/29 Surabaya, Selasa (14/7/2020). Disebutkan, Sikap Bersama Keluarga Besar Syarikat Islam Provinsi Jawa Timur ini merupakan hasil rapat pada 26 Juni 2020.

Dalam pernyataan sikap yang ditulis dan dibaca bersama dengan dipimpin Abdul Azis Spd selaku Ketua Biro Study Kebijakan Publik Syarikat Islam Provinsi Jawa Timur ini di antaranya menyebutkan komitmen mereka untuk mendukung kembalinya Negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang merupakan keputusan dan konsensus bersama para pendiri bangsa.

Mereka menyatakan adanya upaya sebagian masyarakat untuk mengganti Pancasila menjadi Trisila, Eka Sila Gotong Royong dengan cara membuat RUU HIP. Menurut mereka, dengan diperasnya Pancasila menjadi Ekasila jelas akan menghilangkan makna sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan sifat lima sila dalam Pancasila.

Dengan adanya RUU HIP ini, menurut mereka, telah terjadi penjungkirbalikan Norma Hukum. Padahal, Pancasila seharusnya sebagai norma fundamental negara Indonesia yang menjadikan Pancasila sebagai dasar negara, yang tidak dapat diubah, dan apabila mengubah berarti meruntuhkan negara ini.

Disebutkan pula, Pancasila juga sebagai konstitusi negara, dan untuk negara Indonesia adalah UUD 1945. Selain itu, Pancasila juga sebagai Formal Gesetz, Hukum Formal dalam bentuk Undang-Undang Dasar, dan Verordnurn atau Aturan Pelaksanaan Undang-Undang.

“Karena itu, dengan adanya Rancangan Undang-Undang tentang Haluan Ideologi Pancasila berarti telah terjadi perubahan atas status Pancasila sebagai Staatsfundamental norm, dan hal ini sama artinya merencanakan runtuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandas Wakil Ketua Syarikat Islam Jawa Timur, Ir. Prihandoyo Kuswanto, seusai pembacaan Sikap Bersama itu.

“Dengan dirancangnya Haluan Ideologi Pancasila itu Negara Indonesia dalam keadaan bahaya. Mereka yang merencanakan dan mendukung Pancasila menjadi HIP itu tergolong tindakan makar, sehingga penggagasnya harus diusut tuntas
sampai keakar-akarnya,” tegas Prihandoyo dengan menambahkan agar RUU HIP itu perlu lagi dibahas menjadi undang-undang.

Selain itu, Syarikat Islam Jawa Timur juga menuntut Lembaga Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dibubarkan, terlebih Ketua BPIP pernah membuat pernyataan bahwa Agama adalah musuh besar Pancasila.

“Terakhir kami minta aparat mengusut tuntas secara hukum inisiator pembuat dan pendukung RUU HIP yang berupaya mengganti Pancasila dengan ruh keterlibatan anasir Komunis,” tandas Prihandayo. Jika semua tuntutan Syarikat Islam Jawa Timur ini diabaikan oleh pemerintah maupun aparat terkait, lanjut Prihandoyo, Syarikat Islam Jawa Timur akan bergabung dengan Ormas Islam untuk bersama-sama memperjuangkan persoalan ini. (Ganefo)

Teks Foto: DPW Syarikat Islam Jawa Timur, PW Pemuda Muslimin dan PW Wanita Syarikat Islam Provinsi Jawa Timur, saat membacakan Sikap Bersama menentang RUU HIP di Rumah Tjokroaminoto, Jalan Peneleh VII/29 Surabaya, Selasa (14/7/2020).

sumber: beritalima.com

Pertamina Sumbang Ratusan APD untuk Rumah Sakit di Madura

TIMESJEMBER, SURABAYA –  PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus kembali memberikan dukungan kepada para Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bertugas di garda terdepan layanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam menanggulangi COVID-19. Bantuan ini diberikan dalam bentuk sarana pendukung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Alat Pelindung Diri (APD).

Selasa (19/5/2020), telah dilakukan pemberian bantuan dalam rangkaian kegiatan Program Pertamina Peduli Penanggulangan COVID-19 di Pulau Madura, Jawa Timur. Bantuan penanggulangan COVID-19 ini dibagi ke empat daerah utama, yaitu Bangkalan, Sumenep, Pamekasan, dan Sampang. Bantuan ini diberikan kepada RSUD Syarifah Ambani Rato Ebu, RSUD dr. H. Moh. Anwar, Dinas Kesehatan Pamekasan, Puskesmas Batuan Sumenep, dan Dewan Pimpinan Cabang Syarikat Islam.

Pertamina-Sumbang-Ratusan-APD-untuk-Nakes-di-Madura-3.jpg

Sebagai garda terdepan dalam penanggulangan COVID-19 di Jawa Timur, kehadiran para Nakes masih sangat penting dan dibutuhkan oleh masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang prima dan dapat diandalkan pada masa pencegahan penyebaran Pandemi Covid-19.

Perwakilan dari Pertamina menyerahkan total bantuan APD sebanyak 751 setelan Hazmat lengkap sekali pakai, 76 pasang sepatu boot, 76 pasang APD Lengkap, 376 masker medis, dan 30.000 masker non medis.

Sementara untuk bantuan sarana pendukung PHBS, Pertamina menyerahkan total sebanyak 32 pompa disinfektan, 16 wastafel portable, 1.500 liter cairan disinfektan, serta 151 liter hand sanitizer.

Unit Manager Communication & CSR MOR V, Rustam Aji berharap bantuan yang diberikan dapat membantu dan bermanfaat untuk para Nakes yang sedang berjuang menghadapi COVID-19.

“Kami harap bantuan ini dapat berguna untuk operasional Nakes dan untuk wastafel portable kami harap dapat mengajak dan mengedukasi masyarakat untuk selalu mengingat pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari dan rajin mencuci tangan minimal 20 detik sebagai modal utama untuk melawan COVID-19”, tambahnya.

Pertamina-Sumbang-Ratusan-APD-untuk-Nakes-di-Madura.jpg

Pertamina, anak perusahaan dan seluruh afiliasinya yang berada dan beroperasi di Provinsi Jawa Timur terus aktif membantu pencegahan penyebaran COVID-19. “Kami juga terus berusaha memastikan wilayah operasional Pertamina aman dari penyebaran wabah tersebut, yaitu dengan menerapkan pengecekan kesehatan dan fit to work secara berkala kepada para pekerja. Hal ini untuk menjaga pasokan energi dari sektor eksplorasi hingga distribusi tetap optimal selama masa tanggap darurat berlangsung,” ujarnya.

Rustam berharap berharap bantuan APD dari Pertamina tersebut dapat memberikan dukungan secara psikologis bagi para Nakes yang sedang berjuang di garda terdepan di masa-masa yang penuh dengan resiko terpapar COVID-19 ini. “Dan semoga dengan segera kita bisa sama-sama melalui pandemi dan saling bahu-membahu membantu dalam situasi ini,” kata Rustam. (*)

sumber: timesjember.com